Ringkasan Islam Nusantara

KESIMPULANNYA :
1. ISLAM NUSANTARA adalah hasil ijtihad ulama sebagai upaya utk mengembalikan Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah kepada esensi dasarnya , yaitu Islam yang Rohmatan lil ‘alamiina.

2. ISLAM NUSANTARA adalah sebagai upaya utk memilah dan memisahkan antara Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yg memang benar benar diakui dengan yg hanya sekedar pengkuan belaka .

3. ISLAM NUSANTARA adalah sebagai upaya utk menjaga kemurnian Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dari upaya segolongan kaum yg ingin menodai dan merusak citra Islam dg sikapnya yg intoleran dan radikalis.

4. ISLAM NUSANTARA bukanlah Firqoh atau Manhaj
ISLAM NUSANTARA bukanlah Madzhab .
.
Tetapi ISLAM NUSANTARA adalah Ummat Islam yg berkarakteristik NUSANTARA , yaitu :
Islam yang santun
Islam yang ramah
Islam yang wasathon.
Islam yang tawazzun
Islam yang I'tidal
Islam yang tasyammuh
Islam yang menjaga nilai budaya yg tdk bertentangan dg Islam.
Islam yang rahmatan lil alamiin.
Yang dalam ber-ISLAM mengikuti Firqoh atau Manhaj Ahlu Sunnah Wal Jamaa'ah
Yang dalam ber-ISLAM mengikuti salah satu dari 4 Imam Madzhab yg ada , yaitu : Imam Maliki , Imam Hanafi , Imam As-Syafi'i, Imam Hanbali .
Yang dalam ber-ISLAM bersikap pluralis, yang sangat menghormati perbedaan dan keberagaman
.
Demikian penjelasan ringkas tentang ISLAM NUSANTARA .
Semoga ada manfaatnya.

Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

*📖 Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan*



📝 Diantara tradisi menjelang bulan Ramadhan (akhir Sya’ban) adalah ziarah kubur. Sebagian mengistilahkan tradisi ini sebagai arwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar JawaTimur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.

Memang, pada masa awal-awal Islam, Rasulullah saw memang pernah melarang umat Islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Serta kondisi sosiologis masyarakat arab masa itu yang pola pikirnya masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah saw mengkhawatirkan terjadinya kesalah pahaman ketika mereka mengunjungi kubur baik dalam berperilaku maupun dalam berdo’a.

Akan tetapi bersama berjalannya waktu, alasan ini semakin tidak kontekstual dan Rasulullahpun memperbolehkan berziarah kubur. Demikian keterangan Rasulullah saw dalam Sunan Turmudzi no 973

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة"رواة الترمذي (3/370)

Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. 

Demikianlah sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat. Begitu pula ziarah ke makam para wali dan orang shaleh merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan, sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab ‘al-fatawa al-fiqhiyah al-kubra’. Inilah yang menjadi dasar para ustadz dan para jama’ah mementingkan diri berziarah ke maqam para wali ketika usai penutupan ‘tawaqqufan’ kegiatan majlis ta’lim. Sebagaimana yang ditradisikan masyarakat muslim di Jakarta dan sekitarnya.

وسئل رضي الله عنه عن زيارة قبور الأولياء فى زمن معين مع الرحلة اليها هل يجوز مع أنه يجتمع عند تلك القبور مفاسد كاختلاط النساء بالرجال وإسراج السرج الكثيرة وغير ذلك فأجاب بقوله زيارة قبور الأولياء قربة مستحبة وكذا الرحلة اليها.

Beliau ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengn melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.

Adapun mengenai ikmah ziarah kubur Syaikh Nawawi al-Bantani telah menuliskannya dalam Nihayatuz Zain demikian keterangannya “disunnahkan untuk berziarah kubur, barang siapa yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”…

Demikianlah hikmah di balik ziarah kubur, betapa hal itu menjadi kesempatan bagi siapa saja yang merasa kurang dalam pengabdian kepada orang tua semasa hidupnya. Bahkan dalam keteragan seanjutnya masih dalam kitab Nihayatuz Zain diterangkan “barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap hari jum’at pahalanya seperti ibadah haji”

Apa yang dikatakan Syaikh Nawawi dalam Nihayuatuz Zain juga terdapat dalam beberapa kitab lain, bahkan lengkap dengan urutan perawinya. Seperti yang terdapat dalam al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19.

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا 

Rasulullah saw bersabda “barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Adapun mengenai pahala haji yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang menziarahi kubur orang tuanya terdapat dalam kitab Al-maudhu’at berdasar pada hadits Ibn Umar ra.

أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقان السعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من زار قبر أبيه أو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره   

Rasulullah saw bersabda “Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya”

Akan tetapi tidak demikian hukum ziarah kubur bagi seorang muslimah. Mengingat lemahnya perasaan kaum hawa, maka menziarahi kubur keluarga hukumnya adalah makruh. Karena kelemahan itu akan mempermudah perempuan resah, gelisah, susah hingga menangis di kuburan. Itulah yang dikhawatirkan dan dilarang dalam Islam. Seperti yang termaktub dalam kitab I’anatut Thalibin. Sedangkan ziarah seorang muslimah ke makam Rasulullah, para wali dan orang-orang shaleh adalah sunnah.

(قوله فتكره) أي الزيارة لأنها مظنة لطلب بكائهن ورفع أصواتهن لما فيهن من رقة القلب وكثرة الجزع

Dimakruhkan bagi wanita berziarah kubur karena hal tersebut cenderung membantu pada kondisi yang melemahkan hati dan jiwa.

Dari keterangan panjang ini, maka tradisi berziarah kubur tetaplah perlu dilestarikan karena tidak bertentangan dengan syari’ah Islam. Bahkan malah dapat mengingatkan akan kehidupan di akhirat nanti. Apalagi jika dilakukan di akhir bulan Sya’ban. Hal ini merupakan modal yang sangat bagus untuk mempersiapkan diri menyongsong bulan Ramadhan.

Ilmu makrifat rahasiakan, ilmu syariat sampaikan

*ILMU MAKRIFAT HARUS DIRAHASIAKAN,
ILMU SYARIAT HARUS DISAMPAIKAN*


Ilmu Ma'rifat tidak boleh diajarkan kepada yang bukan ahlinya, baginda SAW melarang dengan tegas. Karena Allah itu ghaib, maka perkara ini termasuk perkara yang dilarang untuk disampaikan dan dipaparkan kepada yang bukan ahlinya (orang awam), sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadist :

Banyak orang yang sudah belajar ilmu ma'rifat namun kadang dengan begitu mudahnya menceritakan ilmu yang dipelajarinya kepada orang lain tanpa melalui proses pengijazahan atau lewat mursyid (guru) yang ahli, sehingga tak sadar ilmunya justru hilang, dan disaat ajalnya tiba dia justeru tak mendapat hidayah bertemu dengan Rabbnya sehingga kematiannya masuk kedalam golongan kematian syariat, hancur tubuhnya di dalam kubur dan mengalami siksaan karena pertanyaan Munkar dan Nakir tak bisa terjawab olehnya, Masya Allah

ILMU SYARIAT TIDAK BOLEH DIRAHASIAKAN.

Adapun Ilmu Syariat tak boleh disembunyikan karena itu merupakan landasan yang paling wajib agar manusia bisa beriman kepada Allah, menyembunyikan ilmu syariat hukumnya adalah neraka. Baginda SAW bersabda : 1)."Sampaikanlah oleh kamu walau satu ayat”.
2).“Barangsiapa yang telah menyembunyikan suatu ilmupengetahuan (ilmu syariat) akan dikekang oleh Allah ia kelak dengan api neraka”.

Beberapa pertanyaan sering terulang tentang mengapa Ilmu Ma'rifat dirahasiakan. Sebenarnya tak ada satu ilmu pun di dunia ini yang harus dirahasiakan, tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam menuntut ilmu itu tetaplah ada aturan, persyaratan, ketentuan, kurikulum. Bila seorang ingin menimba ilmu Ma'rifat maka tentu harus punya kriteria agar diterima sebagai murid. Seorang guru makrifat disebut Mursyid. Mursyid mendapat amanah dan terpilih secara langsung atau tidak langsung untuk meneruskan ilmu ma'rifat kepada orang lain, terpilihnya seseorang jadi mursyid tentu karena orang tersebut memiliki kriteria baik di mata gurunya (mursyidnya) maupun di mata Rabb-Nya (Tuhan) sehingga dia bisa terpilih untuk mewarisi ilmu tersebut agar disampaikan kepada umat manusia. Pemilihan langsung biasa terjadi dari seorang Guru (Mursyid) kepada muridnya yang kelak akan jadi Mursyid pula, umumnya seorang guru akan mendapat hidayah dari Allah untuk memilih khalifahnya (calon Mursyid), dan kadang pula terjadi pemilihan tak langsung dari seorang guru kepada muridnya yang akan terpilih jadi Mursyid, seorang murid yang terpilih secara tak langsung bisa karena murid tersebut memiliki kriteria dan syarat jadi mursyid sehingga Allah memilih dia untuk meneruskan atau mengajarkan ilmu ma'rifat kepada umat manusia. Proses pemilihan tak langsung ini bisa terjadi melalui pengalaman batin murid tersebut, inilah yang disebut dengan Ilham. Ilham wajib disampaikan kepada gurunya, maka guru sebelumnya akan menilainya dan meminta hidayah kepada Rabb (Tuhan), bila berdasar hasil hidayah tersebut sang Guru melihat dengan mata bashirahnya (mata batinya) bahwa muridnya tersebut sudah layak menjadi guru (Mursyid) pula, maka resmilah sang murid tersebut menjadi Mursyid. Sang Mursyid adalah seorang yang harus mampu menjaga kerahasiaan ilmu ma'rifatnya dan akan menurunkan ilmu ma'rifat tersebut kepada umat manusia. Ritual penerimaan ini dalam dunia ma'rifat biasa dikenal dengan istilah Baiat. Proses penurunan ilmu yang tidak melalui baiat atau inisiasi tak akan berkah. Bahkan bisa berkibat fatal baik kepada murid tersebut maupun kepada gurunya. Banyak terjadi seseorang yang sebenarnya bukan guru tapi mengangkat diri jadi guru dan berani mengajar ilmu ma'rifat, Inilah bahayanya, sehingga beberapa orang yang pernah datang belajar kepadanya justru mengalami kekecewaan. Ilmu ma'rifatulah yang sejati atau yang asli bila diturunkan tanpa melalui proses baiat atau inisiasi maka dapat membuat pengamalnya menjadi tidak waras atau gila bahkan bisa mendapat musibah, hidupnya susah atau lenyaplah ilmu tersebut pada dirinya, dsb, Inilah alasan mengapa ilmu ma'rifat terkesan dirahasiakan. Saat baiat atau inisiasi, sang mursyid yang sudah mendapat karomah dari Allah akan membuka tabir ismul jalalah atau tabir cahaya ilahi pada diri muridnya. Janganlah pernah berguru ilmu ma'rifat lewat buku bacaan/medsos, buku bacaan/medsos adalah sebagai sarana pendukung dan pelengkap saja untuk memahami ilmu ma'rifat, dan jangan pula berguru ilmu ma'rifat kepada orang menurunkan ilmu ma'rifat tersebut bukan lewat inisiasi atau baiat, misalnya lewat ceramah, khutbah, diskusi, seminar, status facebook dll , apalagi orang tersebut bukan guru atau Mursyid yang asli, tetapi mengangkat diri jadi Guru, ini banyak terjadi di sekitar kita. Maka ilmu yang dipelajarinya tidak akan berkah dan selamanya akan ngambang, merasa sudah benar dan sempurna tetapi justru tak sadar bahwa setan telah membelokkan dia ke jalan yang sesat.

Qs Al-baqarah 269 : "ALLAH MENGANUGRAHKAN AL- HIKMAH (pemahaman yang dalam tentang Al-quran dan As-sunnah) kepada siapa saja yang dia kehendaki, dan barang siapa dianugerahi AL HIKMAH maka ia benar-benar telah di anugerahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah “

Hanya dengan RAHMAT ALLAH SWT seseorang DITARIK MASUK KE DALAM RAHASIANYA yang ditandai dengan adanya HIDAYAH MENDAPAT NIKMAT LUAR BIASA DARI UJUNG RAMBUT SAMPAI UJUNG KAKI atau mengalami RAHASIA PERJALANAN SPIRITUAL SURAT AL FATIHAH dan menerima ANUGERAH NIKMAT sebagaimana surat Al-Fatihah ayat 7 :

“Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. “

DARI ABU HURAIRAH ra:

"Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu, Pertama ialah Ilmu yg aku dianjurkan untuk menyebarluaskan (mengajarkan) kepada Sekalian Manusia, Kedua, Ilmu yg aku tidak diperintahkan untuk menyebarluaskan (mengajarkan) kepada Manusia. Maka apabila Ilmu ini aku sebarluaskan niscaya engkau sekalian akan memotong leherku. “ (HR.Thabrani).

Kerahasiaan ini juga dibenarkan oleh Allah SWT sebagaimana diisyaratkan dalam Al-qur'an surat Fatir ayat 32 :

“Kemudian Kitab itu ( Alquran ) kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada ( pula ) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan ijin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang sangat besar."

Tulisan ini saya adaptasi dari dawuh teman saya :
*KH Raden Misterius Super Rahasia, SH, MH*
(Rahasia tetap rahasia).

Siapa Wahabi ?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

*KENALI WAHABI*
_______________

*Catatan ilmu supaya kita lbih faham arti terminologi yang dipakai*:-

1. *Imam Hanafi* :
Lahir 80 Hijriah

2. *Imam Maliki* :
Lahir 93 Hijriah

3. *Imam Syafi'e* :
Lahir 150 Hijriah

4. *Imam Hanbali* :
Lahir 164 Hijriah

*5. Imam Asy'ari* :
Lahir 240 Hijriah

Mereka ini semua ulama Salafus Soleh @ dikenali dgn nama ulama *SALAF*...

*Apa itu SALAF?*

Salaf ialah nama "zaman" yaitu merujuk kpd golongan ulama yg hidup antara kurun zaman kerasulan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wassallam hingga 300 HIJRAH.

1) Golongan generasi pertama dr 300 tahun hijrah tu disebut *"Sahabat Nabi"* karena mereka pernah bertemu Nabi.

2) Golongan generasi kedua pula disebut *"Tabi'in"* yaitu golongan yg pernah bertemu Sahabat Nabi tpi tak pernah bertemu Nabi.

3) Golongan generasi ketiga disebut sbg *"Tabi' tabi'in"* yaitu golongan yg tak pernah bertemu Nabi & Sahabat tp bertemu dgn Tabi'in.

Jd Imam Abu Hanifah (pengasas mazhab Hanafi) merupakan murid Sahabat Nabi maka beliau seorg *TABI'IN.*

* *Imam Malik*,
* *Imam Syafie*,
* *Imam Hanbali*,
* *Asy'ari*
pula berguru dgn Tabi'in maka mereka adalah golongan *TABI' TABI'IN.*

Jd kesemua imam2 yg mulia ini
merupakan golongan
*SALAF YG SEBENAR* &
pengikut mazhab mereka lah yg paling layak digelar sbg "Salafi" kerana "salafi" bermaksud "pengikut golongan *SALAF".*

Jd beruntung lah kita di *(Nusantara) yg masih berpegang kpd mazhab Syafie yg merupakan mazhab SALAF* yg *SEBENAR* &
tidak lari dr kefahaman
*NABI & SAHABAT*...

Rujukan Wahhabi pulla:

1) *Ibnu Taimiyyah* lahir:
 661 Hijrah (lahir 361 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)

2) *Albani* lahir:
 1333 Hijrah (mati tahun 1420 hijrah @ 1999 Masihi,
 lahir 1033 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)

3) *Muhammad Abd Wahhab* *(pengasas gerakan Wahhabi)*:
 1115 Hijrah (lahir 815 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)

4) *Bin/Ibnu Baz* lahir:
 1330 Hijrah (mati tahun 1420 hijrah @ 1999 Masihi,
 sama dgn Albani,
 lahir 1030 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)

5) *Ustaimin* lahir:
 1928 Masihi (mati tahun 2001,
 lebih kurang 12 tahun lepas dia mati,
 lahir entah berapa ribu tahun selepas zaman SALAF.

Mereka ini semua hidup di *AKHIR ZAMAN* kecuali Ibnu Taimiyyah yg hidup di pertengahan zaman antara zaman salaf & zaman dajjal (akhir zaman)...                 
tak ada sorg pun imam rujukan mereka yg mereka taksub buta hidup di zaman *SALAF*....

Mereka ini semua *TERAMAT LAH JAUH DARI ZAMAN SALAF* tp *SANGAT2 ANEH* apabila puak2 Wahhabi menggelarkan diri sebagai "Salafi" (pengikut golongan Salaf).

Sedangkan rujukan mereka
semuanya merupakan manusia2 yg hidup di *AKHIR ZAMAN?*

fikir2kanlah & renung2kanlah
sebarkan kepada saudara2 kita yg lain ASWJ.

❓ *SIAPA WAHABI?*

Wahabi bukan karena mereka tidak membaca Qunut Subuh,
karena 3 Mazhab lain tidak pula membaca Qunut Subuh,
itu khilaf mazhab;

° bukan juga karena tidak buat kenduri arwah kerana ada Qawl dlm Mazhab Syafi'i yg tidak menggalakkannya,

° Bukan juga karena itu & ini tetapi Wahabi adalah satu cara berfikir yg salah yg membentuk satu gerakan ekstrem yg boleh memecahbelah masyarakat.
Kemuncak ekstrem & radikal *Wahabisme* boleh sehingga membawa pertumpahan darah spt;
*IS*,
*ISIL*,
*ISIS*,
*Al-Qaeda*,
*Taliban*...
semua itu adalah didikan Wahabi.

di *Archipelago Nusantara*, hanya negara *Brunei D.S.* serta beberapa buah negeri di *Malaysia* yg masih merupakan kubu terkuat *AHLI SUNNAH WAL JAMAAH*.

Paparan media massa telah menunjuk majority bilangan para militants berada di negara jiran spt *Indonesia & Filipina* dimana *Dakyah Wahabi* diterima & diamal sebhg besar oleh penduduk.
Hatta diikuti dgn pelbagai bencana alam yg tidak putus2. di dunia lagi sudah "duduk didlm Lingkaran Api Pasifik". *- tidakkah kita mau mengambil iktibar?*

Dakyah Wahabi berjaya menarik ramai pengikut kerana slogan menarik mereka yg menyeru kononnya
jgn "taqlid",
jgn "mengikut membuta tuli";
menyeru kononnya "kembali kpd al-Quran & al-Sunnah".

*(Menurut definisi para ulama, taqlid adalah mengikut/tunduk/mengambil pendapat orang lain, seseorang/sekelompok ulama, dengan tanpa mengetahui dalilnya.*

👉Misal, mengambil satu hukum, atau tata cara ibadah dari salah satu madzhab tanpa mempelajari dalilnya. Jika disederhanakan, kata lain taqlid adalah ikut-ikutan, tunduk.)

1. Wahabi sebenarnya adalah gerakan *MEMBIDAAHKAN* amalan org lain yg tidak sehaluan dgn mereka & merasakan hanya amalan mereka shj yg betul. Hanya mereka shj kononnya mengikut "Sunnah".

Mereka kelompok manusia yg tidak boleh berbeda pandangan,

tidak menghormati ikhtilaf @ khilafiyyah (perbedaan pendapat di kalangan ulamak).

*° Wahabi menolak bahwa Bid'aah ada 2 bentuk*

 (i) *Baik (Hasanah)* &
 (ii) *Sesat (Dolalah)*.

Bagi Wahabi semua
Bid'aah adlh sesat &
masuk neraka.

Oleh itu setiap Bid'aah adalah mungkar & bagi mereka wajib ditentang.

*(sedangkan contoh bidaah hasanah yg kita praktikkan adlh *Solat Tarawih* secara berjamaah dgn seorg Imam yg pertama kali dilakukan dizaman *Khalifah Umar AL Khattab*)

👉Lalu Wahabi membesarkan perbedaan pendapat & membikin heboh seluruh dunia tanpa boleh berlapang dada.

*Pra-syarat* menjadi Wahabi ialah kena memperbyk menuturkan *"BID'AAH"* terhadap amalan org lain & menjadikan ianya "wirid" harian.

2. Wahabi *MELARANG BERAMAL* apabila tiada nas khusus utk amalan tersebut walaupun di sana ada perintah umum drpd al-Quran & al-Sunnah.

Bg Wahabi setiap ibadat kena ada nas & dalil, walhal perintah yg bersifat umum sudah ada namun mereka menolaknya.

Wahabi marah membaca Surah Yasin mlm Jumaat kerana tiada nas.

Bukankah perintah memperbykkan membaca al-Quran sudah cukup byk & memadai?

Adakah nas melarangnya pula?
Tiada Larangan.

3. Wahabi adalah gerakan *MENSYIRIKKAN* org lain:

Tawassul bg mereka syirik kecuali tawassul dgn amalan soleh,

 & dgn Asmaul Husna saja.

Walhal para Sahabat & Salafus Soleh bertawassul dgn pelbagai bentuk lain;

4. Wahabi gerakan *MENTAJSIMKAN* Allah SWT;
yakni mensifatkan Allah "bertangan",
"duduk" atas Arasy,
"ketawa",
Allah di atas langit.

Wahabi menolak takwil yg dibawa oleh manhaj Ashairah & Maturidiyyah sdgkan manhaj Ashairah itu lebih selamat dr mensifatkan Allah dgn sifat makhluk.

5. Wahabi juga gerakan *MENTADHA'IFKAN* hadith &
 *MEMARDUDKAN* hadith dhaif,
menolak penggunaan hadith2 dhaif & membakulsampahkan semua hadith2 dhaif.

Sedangkan sejak seribu tahun lebih para ulama hadith membenarkan penggunaan hadith dhaif dlm hal fadhailul 'amal & targhib wa tarhib.

Kiblat rujukan hadith Wahabi ialah Sheikh Nasruddin Al-Albani.

Mereka tidak sedar mereka bertaqlid &
mengikut membuta tuli apa sahaja takhrij hadith oleh al-Albani.

Ulama rujukan Wahabi pula ialah sekalian "kibarul ulama" Saudi hari ini

manakala *kitab2 rujukan Wahabi* ialah kitab karangan *Muhammad Abdul Wahab*.

Mereka membutakan mata & memekakkan telinga apabila didtgkan hujah drpd para ulamak lain yg muktabar yang tidak sealiran dgn mereka.
Wahabi itulah yg bertaqlid sebenarnya.

6. Wahabi gerakan *MEMBURUKKAN* ahli Sufi & tasawuf.
Mereka secara terpilih memetik yg mana sesuai dgn fikrah mereka
kitab2
Ibn Taimiyyah,
Ibn Qayyim,
Al-Dhahabi,
al-Syawkani

khususnya di bab memburuk & mencemuh para Sufi kerana Wahabi gerakan anti-Sufi.
Walhal Ibn Taymiyyah sendiri adalah pengikut tarekat Qadiriyyah.

*Wahabi Malaysia* mengatakan *tasawuf lebih kotor drpd air longkang.*

Sedangkan Sufi ada yg baik & ada yg sesat sepertimana umat Islam yg lain juga amnya:
ada yg Soleh,
ada Munafik &
ada yg berdosa.
Sufi juga tidak maksum.

Bahkan Imam Ghazali sendiri turut mengkritik
"Sufi palsu" walaupun beliau sendiri seorg ahli Sufi.

7. Wahabi *MENOLAK* Imam al-Ghazali ra &
jarang dengar mereka mengutip kalam
Imam al-Ghazali ra.

Bg mereka Imam al-Ghazali ra Hujjatul Islam itu jahil hadith.

Itulah Wahabi,
& jgn terkeliru dgn suara2 membela Wahabi walaupun mereka malu mengaku diri mereka Wahabi.

Ada ketikanya mereka cuba menyembunyikan punca kenapa mereka digelar Wahabi,

 kononnya Wahabi itu "hantu", "momok"
& tidak wujud.

Kenal dulu ciri2 Wahabi maka tahulah anda siapa pendokong mereka.

Hati2 dgn mereka ini walaupun petah berbicara,
& mulut penuh dgn ayat2 al-Quran & al-Hadith.

Ada *Wahabi Malaysia* yg sgt terkenal & bicara memukau sehingga ramai org awam tertipu.

Jgn terkejut jika ustaz yg anda kagumi selama ini itu sebenarnya / mungkin pendokong Wahabi.

Golongan ibubapa yg mempunyai anak2 muda remaja *WAJIB* bersama memberantas wabah *WAHABI* dpd menular.

Kita tidak mahu pegangan agama keturunan kita menjadi goyah.

Kita memerlukan anak2 yg soleh.

Kita pemimpin keluarga.

Kita *WAJIB* memastikan ibadah kita & keturunan kita adlh mengikut *ASWJ.*

jgn bankrup di alam barzakh kerana semua amalan2 ibadah2 kita *BATAL*  karena bermazhabkan Wahabi yg terkenal dgn the simplified version of hukum fekah & memperlekehkan the dos & the donts dlm Islam.

Ulama ada berkata;

Yg dicintai Allah swt itu adlh melihat kpd *KEPAYAHAN & PENAT JERIH* kita di dlm solat serta dlm mengerjakan ibadah2 yg diperintahkan Nya, kpd makhluk.
sedangkan kala Haji,
kita berkusut masai.
Siapa Wahabi utk meringankan ibadah2 yg telah dibawa oleh Rasulullah SAW.

Kita *WAJIB* belajar dgn lebih mendalam tentang Imam Syafie dan mazhab2 ASWJ. Hambali,Maliki, Syafie & Hanafi.

❓Siapa mereka?
❓Solat mereka bagaimana?
❓Ibadah mereka
❓Tentang Sifat20

-yg paling jelas, Wahabi tidak mengerjakan solat sunat Qabliyah Assar dan hanya melakukan 12rakaat solat sunat sehari

-mrka m'bnarkn p'bcaan Kitab Suci Al-Qur'an w/pun dlm keadaan haid & nifas
:tidak m'hormati Kalamullah

-mrka m'bolehkn bcaan doa dlm bhsa Ibunda yg dzahir Qauli dlm solat.
-sdgkan b'ckap slain
dr B. Arab m'batalkn solat!

-tidak mnyanjung Ulama2 bahkan m'hina Ulama muktabar spt Imam al-Ghazali.

-utk m'bnteras gjala ini, we hv 2 equip ourselves with valid & in-depth knowledge on all of d 4 Mazhabs of *Ahli Sunnah Wal Jamaah ( ASWJ )*

Minta tolong ambil hikmah dlm soal akidah....sekurang2 nyaa kita dapat menilai dan trselamat dari  fahaman2 yg sesat trdiri dari 72 puak diakhir zaman...

Berfahamlah  dengan guru2 yg sampai sanad....ke Rasulullah Sallallahu alihi wassallam

*Imam2 ASWJ dlm 3 ilmu:*

*BAB FIQIH*

Hanafi
Hambali
Maliki
Syafie

*TAUHID/USULUDDIN*
Abu Hasan al Ash'ari

*TASAUF/SUFI*
aljunaid

*Belajar fiqih, tauhid dan di ikat dengan tasauf...belajar 3 cabang ilmu sekurang2 fardu ain...*

Jagalah amal ibadah kita yg kita buat seharian dari mnjadi debu2 d akhirat nanti jika akidah kita trpesong...jadi ambil pedulikan akidah...di kalangan mana kahh kita...

72 golongan yg sesat atau 1golongan yg di terima...

Munajatlah pd yg Maha Esa..agar kita semua berada dlm golongan yg berada dijalan yg  benar.

Ebook Gratis

*HIBAH EBOOK BUKU AGAMA ISLAM GRATIS*

*DAFTAR BUKU*

1. KH. Marzuki Mustamar, *Al-Muqthatofat lil Ahlil Bidayat*, Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCZncwcnJtUUltcWM/view

2. A. Zainul Hakim, *Terjemah Risalah Ahlussunah wal Jama'ah (رسالة أهل السنة والجماعة للعلامة حضرة الشيخ محمّد هاشم اشعرى)* Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCZjdCS18yVGNMRDg/view

3. Habib Munzir al-Musawa, *Kenalilah Akidahmu*. Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCd3JPX0RjWVRfemc/view

4. Harry Yuniardi, *Argumentasi Tarawih 20 Rakaat; Risalah Amaliah Kaum Nahdliyyin* (Bandung; LTN NU Jawa Barat, 2017) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--Yuc1J6R1ZtNnRmZEE/view

5. Ustadz M. Idrus Ramli, *Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi*, (Jember; Bina ASWAJA, 2010) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuZ2M4QW1pMHdvWWc/view

6. Ustadz Ma'ruf Khozin, *Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban?*, (Jember, LTN Jawa Timur, 2017) Link Download: https://drive.google.com/open?id=0B6GRfv4J--YuZ3RPVlB1WGlrVHc

7. Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, *Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah, _Terj._ Ngabdurrohman al-Jawi* (Jakarta: LTM-PBNU, 2011) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuSVpIMDQ4a01ubXM/view

8. Einar Martahan Sitompul, *NU dan Pancasila*, (Jakarta; CV. Muliasari, 1989) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWnRqMlVfdmZ3TDA/view

9. A. Gaffar Karim, *Metamorfosis NU dan Politisasi Islam di Indonesia*, (Yogyakarta; LKiS Yogyakarta, 1995) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWFo0ZE5VWVVqUjA/view

10.KH. MA Sahal Mahfudh, *Nuansa Fiqih Sosial*, (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 1994) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCY0EtbDRXZVFaR0k/view

11.Lathiful Khuluq, *Kyai Haji Hasyim Asy'ari's; Religious Thought and Political Activities*, (Montreal: McGill University, 1997) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCOFg2d3JmR203QjQ/view

12.Martin van Bruinessen, *NU Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru*, (Yogyakarta; LKiS Yogyakarta, 1994) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCc18zcmdva3h1d0U/view

13.M. Ali Haidar, *Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia*, (Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama, 1993) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWFo0ZE5VWVVqUjA/view

14.KH. Abdul Muchith Muzadi, *Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari di Mata Santri*, (Jombang; Pustaka Tebu Ireng, 2010) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCdzhlemhETldOeDQ/view

15.LTN-NU, *Amaliah NU dan Dalilnya*, (Jakarta; LTN-NU, 2011) Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCLUlPdGxwSXl4eXM/view

16.Syaikh Thahir bin Shalih al-Jaza'iri, *Terjemah Jawahirul Kalamiyyah*. Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuZE1iS2RrYWhrdGc/view

17.A. Shihabuddin, *Telaah Kritis atas Doktrin Faham Salafi Wahabi*, Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuOHh6X19SclFaUlE/view

18.Habib Ali bin Muhammad al-Habsy, *Maulid Simthud Duror*, Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCS05EdG1fTjJyZGM/view

19.Imam Ja'far Ibn Hasan al-Barzanji, *Maulid Barzanji* Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCMUFoLV94NmhVLTQ/view

20.Imam Abdurrahman al-dibaa'i, *Maulid Ad-Dibaa'i*, Link Download: https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCVktCNEJTbWVNek0/view

_Semoga bermanfaat, menebar manfaat mendobrak keterbatasan literasi_

Prestasi PBNU

__"PRESTASI PBNU & INDONESIA"__

Di Al-Quran Juga Tertulis.
Ada Negri (Negara) Di Atas Awan Yang Akan Menjadi Pusat Kemajuan Peradaban Islam Masadepan Menggantikan Tanah Jazirah Arab.

Para Ulama Ternama Dunia Sekelas Al-Azhar Mesir Yang Selama Ini Melahirkan Para Pemikir-Pemikir Keislaman Dunia Sangat Mengenal Karakter Nahdlatul Ulama. Dan Berpandangan Indonesia Akan Menjadi Pusat Peradaban Keislaman Masadepan Karna Semakin Berkurang Nya Kepercayaan Negara-Negara Islam Kepada Arab Saudi Yang Menutup Mata Atas Rakyat Palestina Di PBB Lebih Menjalin Kerjasama Hubungan Bilateral Nya Dengan Sekutu Amerika-Israel Juga Konflik Berdarah Pembantaian Masal Di Yaman Oleh Pihak Militer Saudi Dengan Dalih Memberantas Teroris Padahal Masyarakat Umum Tau, Itu Merupakan Cara Kuno AS Untuk Menghancurkan Negri Kaya Minyak & SDA.

Sementara Indonesia Sendiri
Di Palestina Sudah Mendirikan Sekolah-sekolah Masjid & Rumah Sakit Indonesia. Untuk Palestina, Setiap Tahun Rutin Mendonasikan Bantuan Logistik Dengan Jumlah Cukup Besar Dan Selalu Mendesak Israel Untuk Berdialog Demi Kepentingan Kedua Belah Pihak Agar Tidak Adalagi Konflik Perang. Indonesia Selalu Menawarkan Diri Menjadi Penengah Dan Disetujui Oleh Sebagian Besar Negara Anggota PBB.

Indonesia Negara Satu-satunya Negara Yang Di Percaya Myanmar Untuk Menyelesaikan Konflik Rohingya Tanpa Agar Terjadi Kesepakatan Antara Pemerintah Dengan Pengungsi Warga Rohingya Dan Berhentinya Kekerasan Tanpa Ada Nya Sangsi Dari PBB.

Dewan PBNU Indonesia Di Dapuk Sebagai Dewan Kehormatan Rakyat Afganistan, Dan Saat Ini Rakyat Afganistan 30% Sudah Menerapkan Keislaman Nahdlatul Ulama Di Negara Nya Dan Semakin Terus Berkembang, Saat Ini Afganistan Mulai Berangsur Kondusif Dari Perang Saudara.
Bahkan Afganistan Tengah Mempelajari Pancasila & Sudah Mendirikan MUI Ala Afganistan.

Konflik Di Suri'ah Suara Indonesia Memilih Netral Sebab Indonesia Paham Bahwa Itu Sebenarnya Konflik Internal / Dalam Negri Suri'ah Atas Pro Kontra Pemerintahan Dengan Partai Oposisi (Pemberontak) Yang Di Persenjatai Amerika & Israel.
Indonesia Hanya Menyuarakan Di PBB Untuk Mencari Solusi Bersama Agar Konflik Tersebut Bisa Di Hentikan Dengan Jalur Damai Antara Oposisi Pro Amerika & Pemerintahan Basshar Al-Assad.

Terimakasih
#Nahdliyin_Online

Kebahagiaan Muslim NUsantara

Kebahagiaan Muslim Nusantara

Imam Abu Hanifah adlh sosok moderat, begitu jg Imam Malik, dan Imam Ahmad. Nah, Imam Syafi'i (150-204 H) itu berguru kepada muridnya Imam Abu Hanifah, dan menjadi muridnya Imam Malik. Dengan demikian, Imam Syafi'i itu berada dalam tengah jalur ahli ra'y dan ahli hadits.
Imam Syafi'i juga disebut sebagai mujadid (pembaharu).

Imam Abul Hasan Al-Asy'ari (260-324 H) juga disebut sebagai mujadid. Beliau disebut sebagai tokoh utama Aswaja dalam bidang Aqidah.

Imam Ghazali (450-505 H) jg disebut sebagai mujadid. Beliau disebut sebagai Hujjatul Islam. Beliau adlh tokoh utama Tasawuf. 

Beruntunglah muslim di Nusantara karena anutan utamanya adlh ulama yg mujadid.

Syariah, Fiqih, Budaya Arab

Copas: Perbedaan Syari'ah, Fikih dan Budaya Arab

Oleh: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

(Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta)

Syari'ah dan Fikih

Syari'ah merupakan ajaraan Islam yang bersifat permanen, fundamental, dan universal. Dasarnya diperoleh dari Al-Qur'an dan hadis. Sedangkan Fikih adalah ajaran yang Islam yang bersifat interpretasi daripara ulama, terutama ulama mujtahid. Ajaran Fikih bersifat kontemporer, tidak permanen, bisa berubah berdasarkan perubahan illat dan sebab. Jika suatu keadaan berubah maka hukum lama yang pernah ditetapkan para ulama juga berubah. Antara keduanya sesungguhnya memiliki persamaan sebagai pegangan umat Islam di dalam menjalani kehidupannya. Contohnya ialah hukum shalat lima waktu yang wajib ditegakkan sesui dengan firman Allah swt:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ…

Dirikanlah kalian shalat...(Q.S. al-Baqarah/2: 43)

Tidak ada perselisihan tentang wajibnya shalat lima waktu. Ini adalah Syari'ah. Sedangkan Fikih ialah pemahaman dari Syari'ah, tentang bagaimana melakukan shalat secara teknis. Ada orang yang shalat subuh tidak pakai qunut, sedangkan yang lain pakai qunut. Ada orang melipat tangannya di pusar dan ada di dada. Ada yang membaca basmalah secara keras saat membaca surah al-Fatihah dan ada yang tidak. Contoh lain, Syari'ah menganjurkan musyawarah dalam menyelesaikan setiap urusan, tetapi bagaimana cara bermusyawarah merupakan wilayah Fikih. Syari'ah melarang kita memakan riba, sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur'an:

…لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً…

…Jangan memakan riba yang berlipat ganda… (Q.S. Ali ‘Imraan/3: 130).

Substansi syari'ahnya kita dilarang makan riba, tetapi kriteria riba dan yang bukan riba masuk wilayah fikih. Singkatnya, Syari'ah adalah sesuatu yang sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Sedangkan Fikih selalu ada potensi untuk dipermasalahkan. Syari'ah bersumber dari Allah swt. sedangkan Fikih bersumber dari pikiran-pikiran cerdas manusia, khususnya para ulama.

Syari'ah lebih banyak berbicara tentang sesuatu yang bersifat dasar (ushul/basics) sedangkan Fikih lebih banyak berbicara tentang sesuatu yang bersifat cabang (furu'/branch). Jika kita meninggalkan Syari'ah, persoalan dan urusannya berat, bisa mempengaruhi keabsahan suatu ibadah, bahkan bisa menimbulkan kekufuran. Sedangkan jika meninggalkan Fikih, kita hanya akan berhadapan dengan kesulitan dan tidak membawa kepada kekufuran. Meninggalkan Syari'ah analoginya sama dengan meninggalkan kewajiban. Sedangkan meninggalkan Fikih dapat dianalogikan sama dengan meninggalkan ibadah sunnat.

Persoalan di dalam masyarakat sering muncul karena perbedaan antara Syari'ah dan Fikih yang masih rancu. Terkadang ada orang menempatkan Fikih setara dan sejajar dengan Syariah. Sebaliknya, ada yang menurunkan Syari'ah setara dan sejajar Fikih. Untuk membedakan seara tegas antara Syari'ah dan Fikih kita memang dituntut untuk banyak belajar. Kita diminta memahami seluk beluk ayat dan hadis, mamahami substansi persoalan lalu memahami dasar-dasar bahasa Arab dan kaidah-kaidah ushul Fikih, kaidah-kaidah sabab Nuzul ayat dan sabab Wurud Hadis. Kita juga dituntut untuk lebih arif memahami kondisi objektif di mana hukum itu diterapkan (diistinbath). Semua ilmu-ilmu yang diperlukan dalam proses ijtihad sangat penting, termasuk memahami situasi berat yang dihadapi oleh setiap subjek hukum.

Syariah dan Budaya Arab

Syari'ah secara harfiah berarti jalan, kemudian digunakan sebagai nama dari ajaran Islam yang berisi ketentuan Allah swt. yang berisi perintah dan larangan. Syari'ah bersifat suci dan luhur, karena itu di dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, balasannya adalah surga. Sebaliknya, meninggalkan perintah dan melanggar larangannya tanpa alasan yang diukur oleh Syara' akan mendapatkan balasan neraka. Dasar-dasar Syari'ah ditentukan oleh Al-Qur'an dan hadis Nabi saw.. Tujuan Syari'ah selain untuk menciptakan ketertiban, ketenangan, dan kedamaian di dunia juga untuk mengembalikan manusia ke kampung halaman aslinya di surga.

Sedangkan budaya Arab ialah sebuah tata nilai budaya yang pertama kali mewadahi kedatangan Syari'ah. Budaya Arablah yang pertama kali melakukan interpretasi secara kultural terhadap ajaran Syari'ah yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Hadis. Oleh karena itu, budaya Arab sangat penting dan besar peranannya di dalam Islam, karena budaya inilah yang pertama kali menjembatani ajaran Syari'ah dan manusia. Budaya Arab menjadi mulia karena bahasanya digunakan Tuhan untuk mengartikulasikan Kitab Suci-Nya. Siapapun umat Islam, baik Arab maupun non Arab harus menggunakan Al-Qur'an yang berbahasa Arab. Seseorang tidak bisa membaca terjemahan surah Al-Fatihah di dalam shalatnya tetapi harus seutuhnya menggunakan bahasa Arab.

Namun demikian, budaya Arab dan Syari'ah Islam tidak identik. Budaya Arab adalah sekumpulan nilai-nilai luhur (profane) dari manusia. Sedangkan Syari'ah adalah sekumpulan nilai-nilia luhur dan suci (sacral) dari Tuhan. Kehadiran budaya lokal non Arab di samping Syari'ah tidak mesti harus diperhadap-hadapkan. Bahkan budaya-budaya lokal non-Arab pun punya hak kultural (cultural right) untuk menafsikan Al-Qur'an dan hadis. Dengan demikian, tidak mesti harus menjadi atau menyerupakan diri sebagai "orang Arab" untuk menjadi the best muslim. Kita bisa tetap menjadi orang Indonesia, bahkan orang Jawa, Bugis, Batak, Dayak, Papua, dan budaya lokal lainnya, tetapi saat bersamaan juga tetap menjadi the best muslim. Allah swt. menjamin hal ini di dalam Al-Qur'an, bahwa:

…إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ …(13)

“…Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisih Allah ialah orang-orang yang bertaqwa…”(Q.S. al-Hujurat/49: 13).

Dalam hadis Nabi saw. berkali-kali disampaikan dengan redaksi yang berbeda yang intinya bahwa tidak ada perbedaan antara orang Arab dan non Arab, yang menentukan kemuliaan-kemuliaan itu ialah kualitas iman dan taqwa. Allah swt. sendiri menegaskan:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ…

”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam...”. (Q.S. Al-Isra'/17: 70).

Dengan demikian, Syari'ah Islam bisa diterima di mana-mana. Inilah yang membuat Islam sebagai agama universal yang di dalam Al-Qur'an disebut sebagai Rahmatan lil 'Alamin,agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Jika ada orang yang berusaha memaksakan kehendak untuk menyatukan Islam dengan menenggelamkan kehadiran budaya lokal, dengan alasan tidak sesuai dengan Syari'ah Islam, maka sesungguhnya anggapan itu perlu dipertanyakan. Kehadiran unsur lokal di dalam Islam diapresiasi di dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an itu sendiri berarti menghimpun atau menyatukan (al-jam'), yakni menghimpun yang berserakan dan menyatukan yang berbeda. Inilah makna pernyataan ayat:

…لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ…

“…untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan...” (Q.S. al-Maidah/5: 48).Allahu a'lam.